1 Perbanyaklah membaca. Salah satu cara menjadi pribadi yang kreatif adalah mengenal dunia lebih dalam agar mengerti bagaimana sesuatu bekerja. Dan juga, jika Anda tahu lebih banyak, sudut pandang Anda semakin luas dan Anda dapat menghubungkan ide-ide yang sebelumnya tak terpikirkan. Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memperluas Foto www.freepik.com. Menurut Dwi, pengertian emosi adalah “pengalaman subjektif yang muncul dari sisi afeksi dan perasaan, yang membuat kita siap untuk bertindak. Emosi bukan hanya berkaitan dengan perasaan saja, namun terdapat beberapa komponen dari emosi yang saling berkaitan, sehingga menimbulkan pengalaman emosional tersebut,” jelasnya. Orang-orang dewasa yang ada di sekitar kita memiliki pekerjaan yang beragam atau berbeda-beda. Hal ini menunjukkan adanya keragaman jenis pekerjaan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung. Dari keragaman jenis pekerjaan, menunjukkan juga adanya perbedaan karakteristik individu dalam masyarakat di bidang pekerjaan. Pemikirankritis dapat membantu dalam profesi apa pun di mana kita harus menganalisis informasi, memecahkan masalah secara sistematis, menghasilkan solusi inovatif, merencanakan secara strategis, berpikir kreatif, atau menyajikan karya atau gagasan kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami. Sebutkan2 manfaat memiliki sikap berpikir jauh ke Ujian Nasional, 11.03.2022 02:40, jamilatulhidayah614. Sebutkan 2 manfaat memiliki sikap berpikir jauh ke depan! Jawaban: 1 Buka kunci jawaban. Jawaban. Jawaban diposting oleh: alisya618. jawaban: persiapan untuk kedepannya lebih matang . wxMePh. Jika merasa bahwa melakukan rutinitas sama setiap hari tanpa adanya perubahan sama sekali adalah hal yang benar, maka perlu dipikirkan lagi. Faktanya, berpikir kreatif akan mendatangkan banyak manfaat untuk orang yang terbiasa banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan cara berpikir ini. Jika merasa saat ini belum sering berpikir secara kreatif, maka cobalah untuk membiasakan cara-cara ini. Dengan begitu, lama kelamaan akan terasa manfaatnya yang Berpikir KreatifBerpikir kreatif dapat dijelaskan sebagai proses yang mengembagkan ide tidak biasa serta menghasilkan sebuah pemikiran baru yang mempunyai ruang lingkup luas. Berpikir secara kreatif bisa menghasilkan pemikiran bermutu. Proses berpikir dengan kreatif ini akan menghasilkan pemikiran yang bagus untuk kehidupan. Proses kreatif ini tidak bisa dilaksanakan tanpa pengetahuan yang diperoleh dengan pengembangan pemikiran secara untuk selalu berpikir secara kreatif akan mendatangkan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, di sekolah, maupun di tempat kerja. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapat dari berpikir dengan kreatif, yaituMeningkatkan motivasi hidup jadi lebih menarik dan tidak membosankan karena seseorang akan selalu mencari cara baru untuk melakukan suatu hal sehingga ada banyak hal bervariasi dalam apresiasi terhadap ide maupun karya orang keberhasilan Agar Bisa Berpikir Secara KreatifBerpikir kreatif ini dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan sekolah, kantor, dan banyak lagi. Untuk bisa berpikir secara kreatif, tentu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengasahnya. Berikut ini beberapa cara yang bisa dicoba untuk dapat berpikir secara kreatifFokusKetika bekerja, cobalah untuk selalu fokus mengerjakan suatu hal. Mungkin ada juga beberapa orang yang terbiasa bekerja sambil melihat-lihat media sosial. Walaupun alasannya yaitu menemukan postingan menarik untuk jadi bahasan berpikir secara kreatif. Tetapi, ternyata otak bisa berpikir dengan lebih baik ketika seseorang fokus pada suatu masalah Hal Baru Ketika IstirahatBisa saja ketika melakukan sebuah tugas atau pekerjaan, seseorang harus berhenti sebentar karena suatu hal atau ingin beristirahat. Alasannya bisa saja karena seseorang tersebut lelah ataupun kehabisan ide. Ketika berhenti bekerja sebentar, lebih baik jangan diam saja, namun cobalah untuk melakukan sesuatu. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan ketika beristirahat, yaitu bermain rubiks, mewarnai buku gambar, bahkan menulis blog. Hal-hal yang dilakukan ini tentu saja bisa merangsang otak agar bisa berpikir secara RutinitasSeringkali orang melakukan kegiatan yang sama setiap harinya, misalnya pergi ke kantor lewat rute yang sama setiap hari. Coba sesekali untuk mengubah rute perjalan tersebut. Tentu saja, ini juga harus diimbangi dengan menyesuaikan waktu berangkat dari rumah supaya tidak terlambat sampai ke kantor. Sesekali mengubah rutinas akan membuat otak jadi lebih terangsang untuk memikirkan sesuatu yang SiangPerlu diketahui bahwa ternyata tidur siang sesaat bisa membuat otak jadi lebih segar. Ketika otak lebih segar, tentu seseorang lebih bisa berpikir secara BadanLama duduk diam dapat membuat otak jadi malas bekerja. Karena itu, luangkan waktu untuk menggerakan badan sebentar ketika sedang bekerja. Caranya bisa melakukan gerakan-gerakan ringan yang mudah dilakukan, misalnya peregangan. Selain menjadi sehat, hal ini juga bisa membuat otak bersemangat saat bekerja. Jadi, otak siap untuk selalu berpikir dengan Orang yang Berpikir KreatifAda orang yang merasa bahwa dirinya sudah terbiasa berpikir dengan kreatif, namun benarkah demikian? Untuk mengetahui apakah diri sendiri bisa berpikir secara kreatif atau tidak, maka ciri-ciri ini bisa dijadikan acuan. Berikut ciri-ciri orang yang terbiasa berpikir kreatif, yaituSuka dengan TantanganSebagian orang akan beranggapan bahwa tantangan merupakan hal yang bisa menghambat perkembangan. Namun, berbeda dengan orang yang kreatif dan beranggapan jika tantangan yang datang harus dihadapi dengan semangat. Tantangan yang dihadapi dengan penuh semangat pastinya bisa diselesaikan dengan baik. Orang yang kreatif juga menganggap menyelesaikan tantangan artinya pengalaman hidup juga bertambah. Pengalaman hidup yang bertambah, maka ide baru juga akan Imajinasi TinggiSeseorang yang suka berimajinasi adalah termasuk sebagai orang yang mampu untuk berpikir dengan kreatif. Imajinasi tinggi di sini merupakan imajinasi mengenai hal-hal yang positif. Untuk memperoleh imajinasi bagus, maka seseorang akan melamun. Walaupun sedang melamun, namun pikiran dan otak seseorang akan berjalan mencari banyak hal Ingin Mencoba Sesuatu yang BaruOrang kreatif beranggapan bahwa mencoba hal atau ide baru bukanlah hal yang asing. Orang kreatif selalu merasa cepat bosan dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Semakin banyak orang mengapresiasi hal-hal baru, maka orang kreatif akan merasakan suatu BeradaptasiKemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan realistis agar bisa menemukan ide baru adalah kemampuan yang dimiliki orang-orang kreatif. Dari kemampuan ini, orang kreatif menjadi seseorang yang bisa beradaptasi secara mudah di lingkungan baru. Kemampuan ini akan memudahkan orang kreatif dalam membantu anggota kelompok lain yang Berpikir KreatifAda banyak contoh dari berpikir secara kreatif dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya sering ditemui. Berikut ini beberapa contoh berpikir secara kreatif, yaituMerancang desain baju yang berbeda dan mempunyai keunikan dari desain baju yang sudah ada logo atau desain grafis yang belum pernah dilakukan orang strategi marketing baru agar bisa bersaing dengan skrip untuk keperluan konten Youtube, podcast, dan kebijakan baru di organisasi sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan orang beranggapan bahwa kreativitas tidak bisa dilatih. Namun, orang yang berpikir seperti itu hanyalah orang yang putus asa. Jika merasa yakin dan ingin melatih kreativitas, mulai sekarang praktikkan beberapa cara berpikir kreatif agar jadi terbiasa melakukannya setiap hari. Berpikir kreatif merupakan kompetensi dan keterampilan utama yang harus digali untuk menyambut revolusi industri dan konsepsi pendidikan abad ke-21. Mengapa? Karena penelitian telah menunjukkan bahwa pekerjaan kreatif akan mengambil alih di masa depan. Hal tersebut disebabkan oleh pekerjaan rutin yang mengulang akan diambil alih oleh robot dan proses otomatisasi lainnya Karim & Daryanto, 2017, hlm. 12. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemdikbud telah mengadaptasi tiga konsep pendidikan abad 21 yang meliputi scientific approach dan authentic learning and authentic assessment guna mengembangkan pendidikan menuju Indonesia Kreatif tahun 2045. Hal tersebut juga dilakukan untuk mencapai kesesuaian konsep dengan kapasitas siswa serta kompetensi pendidik dan tenaga pendidikannya. Di luar berbagai kebutuhan di atas pun, berpikir kreatif sejatinya telah memiliki manfaat serta urgensi yang tidak kalah penting. Menurut Munandar 2016 kreativitas amatlah penting untuk dibangun karena Orang yang dapat berkreasi dan mengekspresikan diri ialah keperluan yang esensial pada aktivitas individu. Pemecahan suatu masalah dapat dipecahkan melalui adanya berbagai kemungkinan alternative sebagai wujud kreativitas. Kreativitas yang dilakukan dengan merepotkan diri dengan seimbang dapat memuaskan seorang individu. Kualitas hidup seseorang dapat ditingkatkan, salah satunya dengan berkreativitas. Dengan demikian, berpikir kreatif merupakan keterampilan dan kompetensi yang penting diasah baik untuk peserta didik, guru, maupun masyarakat pada umumnya agar memiliki daya kompetisi yang kuat di zaman yang tidak lama lagi akan serba diotomatisasi oleh kecerdasan buatan. Berikut adalah berbagai uraian mengenai berpikir kreatif mulai dari pengertian, ciri, indikator, proses, dsb. Pada hakikatnya berpikir kreatif amatlah berkaitan dengan penemuan sesuatu yang baru, seperti yang diungkapkan oleh Harriman 2017, hlm. 120 yang menyatakan bahwa berpikir kreatif adalah suatu pemikiran yang berusaha menciptakan gagasan yang baru. Namun demikian, berpikir kreatif juga melibatkan suatu proses sistematis untuk mencapai kebaruannya. Menurut Young & Balli dalam Bergili, 2015, hlm. 2 berpikir kreatif dapat didefinisikan sebagai seluruh rangkaian kegiatan kognitif yang digunakan individu dalam menghadapi masalah dari suatu kondisi sehingga mereka mencoba menggunakan imajinasi, kecerdasan, wawasan dan ide-ide ketika mereka menghadapi suatu situasi atau masalah tersebut. Berpikir kreatif adalah serangkaian proses untuk memahami masalah, membuat tebakan, hipotesis tentang masalah, mencari jawaban, mengusulkan bukti, dan akhirnya melaporkan hasil untuk diaplikasikan dalam proses penciptaan. Namun demikian menciptakan hal yang sangat baru sangatlah tidak mudah. Bahkan jika kita runut asal-muasal suatu hal, maka kita tidak akan ada habisnya menemukan bahwa berbagai hal yang kita anggap baru sebetulnya sudah pernah ada sebelumnya. Akan tetapi hal tersebut bukanlah penghambat kreativitas. Mengapa? Karena berpikir kreatif adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa berpikir kreatif adalah seluruh rangkaian pemikiran atau proses kognitif yang dilakukan secara sistematis agar dapat menciptakan sesuatu yang baru atau relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya, baik dari hal yang benar-benar belum ada maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada. Ciri-Ciri Berpikir Kreatif Selain melalui definisinya, kita juga dapat mengenal berpikir kreatif dari karakteristik atau ciri yang menyelimutinya. Adapun ciri-ciri kemampuan dari berpikir kreatif yaitu Menurut Susanto 2016, hlm. 102 ciri-ciri peserta didik yang kreatif dapat ditinjau dari dua aspek yaitu aspek kognitif dan efektif, yakni sebagai berikut. Aspek kognitif Ciri-ciri kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kreatif atau divergen., yang ditandai dengan adanya beberapa keterampilan tertentu, seperti keterampilan berpikir lancar, berpikir luwes/fleksibel, berpikir orisinal, keterampilan merinci, dan keterampilan menilai. Makin kreatif seseorang, maka ciri-ciri ini makin melekat pada dirinya. Aspek afektif Ciri-ciri kreatif yang lebih berkaitan dengan sikap dan perasaan seseorang, yang ditandai dengan berbagai perasaan tertentu, seperti rasa ingin tahu, bersifat imajinatif/fantasi, sifat berani mengambil resiko, sifat menghargai, percaya diri, keterbukaan terhadap pengalaman baru. Indikator Berpikir Kreatif Menurut Guilford dalam Munandar, 2014 indikator berpikir kreatif adalah sebagai berikut. Kelancaran berpikir fluency of thinking, yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas. Keluwesan berpikir flexibility, yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru. Elaborasi elaboration, yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik. Originalitas originality, yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli. Tabel Indikator Berpikir kreatif Munandar 2014, hlm. 113 menguraikan indikator berpikir kreatif secara rinci melalui tabel di bawah ini. No. Indikator Deskripsi 1. Kelancaran berpikir/Kefasihan Fluency Mencetuskan banyak ide, banyak jawaban, banyak penyelesaian masalah, banyak pertanyaan dengan lancar. Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal. Memikirkan lebih dari satu jawaban. 2. Kelenturan/Fleksibilitas Flexibility Menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang bervariasi. Melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda. Mencari banyak alternative atau arah yang berbeda-beda. Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran. 3. Elaborasi/Elaboration Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk. Menambah atau merinci detail-detail dari suatu objek, gagasan, atau situasi sehingga menjadi lebih menarik. 4. Keaslian/Originality Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik. Memikirkan cara yang tidak lazim. Mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagiannya. Faktor Pendorong Kreativitas Menurut Uno & Mohamad 2017, hlm. 154-156 ada beberapa faktor pendorong dan penghambat kreativitas yang meliputi Kepekaan dalam melihat lingkungan; Kebebasan dalam melihat lingkungan/bertindak; Komitmen kuat untuk maju dan berhasil; Optimis dan berani ambil resiko, termasuk risiko yang paling buruk; Ketekunan untuk berlatih; Hadapi masalah sebagai tantangan; Lingkungan yang kondusif, tidak kaku, dan otoriter. Sementara itu, beberapa faktor penghambat kreativitas meliputi Malas berpikir, bertindak, berusaha, dan melakukan sesuatu; Implusif; Anggap remeh karya orang lain; Mudah putus asa, cepat bosan, tidak tahan uji; Terlalu cepat puas; Tak berani tanggung risiko; Tidak percaya diri Uno & Mohamad, 2017, hlm. 154-156. Faktor Penghambar Kreativitas Lebih lanjut, menurut Shallcross dalam Aulia, 2018, hlm. 38 faktor penghambat kreativitas terbagi menjadi beberapa aspek sebagai berikut. Kendala Historis Kendala historis mengacu pada suatu periode dalam sejarah yang merupakan puncak keberhasilan kreatif seseorang dalam hidup, sebaliknya ada juga periode yang tidak membantu atau bahkan menghalang pertumbuhan kreativitas pribadi dan kelompok. Kendala Biologis Pada sudut pandang biologis genetik, sebagian ahli menekankan bahwa kreativitas ialah sifat genetik, sementara para ahli yang lainnya berkeyakinan bahwa lingkungan yakni penentu utama. Perlu dinyatakan bahwa gen genetik berfungsi saat menetapkan batas kecerdasan, tetapi biasanya dalam kasus kecerdasan kreatif, pewaris lebih banyak dipergunakan menjadi alasan dari pada realitas. Kendala Fisiologis Seseorang dikatakan mendapati kendala fisiologis dikarenakan ada terjadinya kerusakan indra yang disebabkan oleh penyakit ataupun terjadinya kecelakaan. Bila salah satu seseorang memiliki kepastian fisik tersebut kemungkinan terjadinya penghambatan kreativitasnya tersebut. Kendala Sosiologis Lingkungan sosial memiliki pengaruh pada ekspresi kreativitas. Lingkungan sosial yakni bagian terbaik yang memastikan apakah kita dapat mewujudkan kapasitas kreatif kita dan mengekspresikan keunikan kita. Ekspresi kreatif melibatkan risiko pribadi. Biasanya seseorang menarik diri dari pernyataan pemikiran atau pendapat agar merasa diterima di lingkungan tersebut. Kendala Psikologis Sebagian besar kendala yang diangkat selama ini meliputi faktor eksternal. Kebanyakan dari mereka dipergunakan menjadi sebab untuk tidak kreatif. Bahkan, sebagian orang beranggapan bahwa faktor eksternal menghalangi untuk memiliki jalan meningkatkan kreativitasnya. Maka dari itu cara mengatasinya, kita tidak perlu mendengarkan hal-hal yang berbau negatif baik itu dari masyarakat maupun orang lain. Kendala Diri sendiri Kendala Diri Sendiri atau Kendala Internal yang mengacu dari kerutinan, pandangan terhadap orang lain, sedikitnya berusaha, serta malas. Menimbulkan tidak terbiasa untuk berpikir kreatif. Maka dari itu kendala internal dapat diatasi dengan melawan kebiasaan tersebut seperti melakukan kegiatan positif yang dapat mengasah kemampuan berpikir serta menambah wawasan tentang hal yang baru. Tahapan Proses Berpikir Kreatif Tahapan proses berpikir kreatif menurut Wallas dalam Munandar, 2014 terdiri dari persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi yang akan dijelaskan pada pemaparan sebagai berikut. Persiapan Pada tahap ini individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Individu mencoba memikirkan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, individu mencoba menjajaki jalan yang mungkin ditempuh untuk memecahkan masalah tersebur. Namun, pada tahap ini belum ada arah yang tetap meskipun telah mampu untuk mengeksplorasikan berbagai alternatif pemecahan masalah. Inkubasi Pada tahap ini, proses pemecahan masalah dierami dalam alam prasadar, individu seakan-akan melupakannya. Jadi pada tahap ini individu seakan akan melepaskan diri dari masalah yang dihadapinya untuk sementara waktu, dalam artian tidak memikirkan secara sadar melainkan mengedepankan dalam alam prasadar. Proses ini bisa lama, bisa pula sebentar sampai kemudian inspirasi untuk pemecahan masalah muncul. Iluminasi Pada tahap ini telah timbul inspirasi atau gagasan-gagasan baru serta proses-proses psikologi yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru. Proses Hal ini timbul setelah diendapkan dalam waktu tertentu. Verifikasi Pada tahap ini, gagasan yang timbul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta dihadapkan pada realitas. Pada tahap ini, pemikiran dan sikap spontan harus diikuti oleh pemikiran selektif dan sengaja. Penerimaan secara spontan juga harus diikuti oleh pemikiran selektif dan sengaja. Penerimaan secara total harus diikuti oleh kehati-hatian dan imajinasi diikuti oleh pengujian yang realistis. Referensi Aulia, Ulfah. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas IV di MIN 10 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017/2018. Bandar Lampung Universitas Islam Negeri Raden Intan. Bergili, B. 2015. Creative and critical thinking skills in problem-based learning environment. Journal of Gifted Education and Creativity, 22, 71-80. Harriman. 2017. Berpikir Kreatif. Journal of Chemical Information and Modeling 5391689–99. Munandar, U. 2014. Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta Rineka Cipta. Susanto, A. 2016. Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta Prenada Media Group. Uno, Hamzah B. & Mohamad, Nurdin. 2017. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta PT Bumi Aksara.

sebutkan 3 manfaat berpikir kreatif